Selasa, 30 Oktober 2012

Sejarah KOPAJA Bag. 1

Setitik Mimpi untuk "Matahari Jakarta"
KPAJ Jakarta (Komunitas Peduli Anak Jalanan Jakarta) 


Bismillahirrahmanirrahim

Berawal dari keprihatinan terhadap adik-adik yang berlalu lalang membawa sejumlah "alat" jalanan, saya memiliki satu target dalam daftar perencanaan hidup yang saya miliki, yakni membuat sebuah rumah singgah atau yayasan yang menampung anak jalanan dan membantu mereka terutama dalam bidang pendidikan umum maupun agama. Hampir setiap hari, setiap saya bertemu dengan adik-adik kecil itu di pinggir jalan ataupun di dalam bus kota, mimpi itu kembali memanggil dari alam bawah sadar saya. Panggilan mimpi itulah yang membuat saya selalu mengulang doa kepada Allah agar suatu saat mimpi kecil ini bisa menjadi kenyataan.

Keingin saya semakin kuat ketika pada beberapa kesempatan di sela-sela kesibukan kuliah sayamengobrol dengan Ani, Ian, dan Akbar, tiga bocah penjaga sepatu di masjid kampus. Saya semakin prihatin ketika tahu bahwa di antara mereka ada yang putus sekolah. Alasannya "lebih enak nyari duit". Miris bukan? Terlebih ketika sambil berbincang saya mengajak mereka "main tebak-tebakan" tentang ilmu dasar agama, seperti rukun Islam, rukun iman, jumlah rakaat salat, nama-nama nabi, dan lain-lain, tidak banyak yang mereka tahu. Saya semakin sedih saat tiba waktunya salat saya mengajak mereka untuk salat bersama, tapi mereka bilang, "Nanti aja, Kak, jaga sepatu aja ya." Setelah saya selesai salat dan menyuruh mereka salat untuk kedua kalinya, mereka hanya senyum sambil mengisyaratkan ketidakinginan mereka untuk salat. Um, jika mereka yang hidup dilingkungan berpendidikan dan dekat dengan unsur keagamaan saja seperti itu, bagaimana dengan mereka yang ada di jalanan? Apakah mereka masih mengenal apa itu Allah dan al-quran? Apakah mereka diperkenalkan dengan Islam? Ah, pikiran saya semakin terpecah dan resah.

Keresahan ini masih berlanjut hingga sekarang, sampai akhirnya entah bagaimana (saya lupa), melalui jejaring sosial ini Allah kembali mengingatkan saya akan mimpi kecil yang ingin segera dibebaskan ke dunia nyata. Dengan sekali klik, saya bergabung dalam suatu komunitas bernama KPAJ (Komunitas Peduli Anak Jalanan). Sayangnya, komunitas ini berada di Makassar dan memang lahir di Makassar. Karena saking inginnya berjuang di jalan ini, saya bertanya tentang apa yang dapat saya kontribusikan meski saya ada di Jakarta. Seorang kawan KPAJ Makassar mengabarkan bahwa di pulau Jawa sudah ada KPAJ Bandung yang baru lahir bulan ini. Kalau dipikir-pikir, jika memang bisa membentuk untuk Jakarta, why not?

Setelah bertanya-tanya kepada "aktivis jalanan" yang sudah berpengalaman di KPAJ, dengan bermodalkan nekad, 22 Oktober 2011 saya meng-update status yang berisi ajakan kepada teman-teman yang berdomosili di Jakarta dan memiliki kepudian tinggi kepada anak jalanan untuk membentuk KPAJ Jakarta.

*Penulis adalah penggagas KOPAJA

0 komentar:

Posting Komentar